h1

Bagaimana Mempersiapkan Ujian Nasional? (BAGIAN I)

Desember 23, 2007


Sudah menjadi tekad Depdiknas pada tahun 2008 tetap dilaksanakan Ujian Nasional. mau tidak mau, suka tidak suka sekolah harus memperisiapkan diri menghadapi ujian nasional. Beberapa catatan yang berkaitan dengan ujian nasional dapat dikemukakan berikut ini.
Pertama bahwa ujian nasional meskipun hasilnya mempengaruhi kelulusan siswa tidak boleh dijadikan alasan pembenar bagi sekolah untuk hanya memprioritaskan mata pelajaran yang di UN kan dan mengabaikan mata pelajaran lain. Kita harus menyadari bahwa mata pelajaran yang diujian nasionalkan adalah hanya sebagaian mata pelajaran dari sekian banyak mata pelajaran yang ada di sekolah. Semua mata pelajaran adalah penting karena setiap mata pelajaran yang ada dalam kurikulum masing-masing memiliki tujuan kurikuler sebagai bagian dari pencapaian kompetensi lulusan. Mengabaikan mata salah satu mata pelajaran sama artinya kita secara sengaja “MEREDUKSI” tujuan pendidikan.
Kedua, bahwa ujian nasional adalah salah satu bentuk evaluasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan hasil kegiatan belajar yang dilakukan oleh murid. Dengan adanya ujian nasional diharapkan bagi para guru untuk dapat memperbaikai proses pembelajaran yang dilakukannya, dan cara mengajar dan memotivasi murid untuk belajar sehingga penguasaan materi/ kompetensi siswa meningkat. Pemberian latihan soal hanyalah salah satu cara agar siswa terbiasa dengan berbagai macam dan variasi soal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penguasaan siswa terhadap materi lebih bertahan lama. Ini bisa dilakukan dengan melakukan perbaikan proses pembelajaran.
Ketiga, bahwa harus disadari bahwa sekolah tidak hanya mempersiapkan anak untuk ujian tetapi lebih dari itu sekolah ada karena diperlukan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mengatasi persoalan hidupnya pada jamannya kelak. Untuk itu selain penguasaan pengetahuan tidak kalah pentingnya pemberian kecakapan hidup yang berupa kecakapan berfikir, sikap positif, kejujuran, integritas, komunikasi, etos kerja, etos belajar. Penguasaan ilmu saja tanpa disertai kecakapan hidup hanya akan menjerumuskan anak.
Oleh karena itu dalam menghadapi Ujian Nasional harus dihindari cara-cara yang curang, dan segala macam bentuk ketidak jujuran.
Keempat, harus disadari oleh para guru bahwa keberhasilan siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Disana ada peran guru, peran sekolah, peran orang tua, peran anak dan peran lingkungan. Marilah kita coba perbaiki yang menjadi tugas pokok dan hal hal-hal yang masih dalam cakupan tugas kita. Memperbaiki proses belajar mengajar, memotivasi siswa, lebih perhatian kepada siswa, menyederhanakan materi sesuai tingkat berfikir siswa, memberi berbagai macam latihan kepada siswa adalah tugas-tugas yang ada dalam kewenangan guru dan sekolah. Sambil senantiasa berkoordinasi dengan orang tua dan menyuarakan dukungan lingkungan hal-hal yang menjadi tanggungjawab kita kita tunaikan.
Kelima, semua yang direncanakan akan dilakukan diharapkan dicatat sebagai panduan langkah . Dan semua yang sudah dicatat dan direncanakan dilakukan disertai bukti-bukti pelaksanaannya sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas yang dilakukan. Kalau itu sudah dilakukan : tawakkal kepada Allah, doakan anak didik kita dengan doa yang tulus. Mohonkan pada Allah agar mereka anak-anak kita dikaruniai kemudahan dalam belajar dan menempuh ujian. Berapapun hasilnya kita lihat nanti.
Jangan pernah mengajarkan kecurangan kepada siswa hanya demi kelulusan. Kalau kecurangan dilakukan itu artinya kita telah mengkhianati tujuan pendidikan itu sendiri. Hasilnya hanya : KOMPETENSI SEMU DAN MORALITAS YANG BOBROK. (Bersambung)

4 komentar

  1. Coba cek rekeningnya dan prestasi yang diperoleh (emas : 10, perak : 7 : perunggu :5)


  2. Selamat Pak Ut, Selamat Berkarya, selamat berjuang. Oya, kalo ada, tolong di posting daftar pejabat baru di lingkungan pemkab kendal, ato kalo ga ada ya di lingkungan Dinas PPO yang baru, Terima kasih


  3. Adalagi yang lebih mengerikan, bila kita adalah orang beragama. Bila kecurangan itu dilakukan. Kita telah menitipkan benih di dalam ijasah anak didik. benih itu akan ikut tumbuh dan membesar karena akan dipakai untuk melanjutkan sekolah, kerja dan seterusnya.


  4. hati nurani dan kebijakan guru sangat diuji dalam event ini…., semoga kita tabah dan siap menghadapinya



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: