h1

Sisi Positif Serangan Blogger Malaysia

Desember 13, 2007

Sebagai salah satu anak bangsa (weleh-weleh sok patriotis) rasanya geram juga baca postingan bloger Malaysia yang nyerang Indonesia. Bagaimana tidak Pancasila sebagai dasar negara kita dan lambang negara kita dijelek-jelekkan. Terus kita harus marah? Mestinya ya. Saya mengajak semua orang Indonesia untuk membuat gerakan marah bersama. Saya tanggung kalau semua orang indonesia marah semua nggak ada yang berani menjelek-jelekkan kita.
Pertanyaannya adalah bagaimana gerakan marah itu dilakukan? Mulai saat ini dengan kemarahan yang memuncak mari kita HANCURKAN KEMALASAN, PERILAKU KORUPTIF, PERILAKU SERBA FORLAITAS ADMINISTRATIF, MENGAGUNGKAN GELAR, PERILAKU TIDAK INOVATIF, STATUS KUO, DAN MAU MENANG SENDIRI.
Kita jadi terhina dan harus merelakan sebagian bangsa kita terpaksa jadi kuli di Malaysia karena memang di negeri kita lapangan pekerjaan kurang. Ekonomi kita nggak maju dan investor enggan masuk ke Indonesia karena kita koruptif sehingga membebani calon investor, belum lagi masalah keamanan yang kurang baik. Karena ternyata banyak yang ingin dapat uang dengan cara gampang, tidak kreatif.
Nah untuk itu sifat-sifat dan perilaku kita yang jelek itu harus kita tinggalkan. Guru dan kepala sekolah nggak boleh lagi hanya mengejar angka kredit dan pangkat sementara ngajarnya biasa-biasa saja. sehingga gurunya hebat-hebat tapi muridnya tetap saja bodo. Akreditasi juga masih formalitas. Sesuatu yang nggak pernah dilakukan dibuatkan bukti administrasinya biar dapat nilai baik. Pokoknya segala bentuk formalitas kita hindari.
Mari kita ambil sisi positif penghinaan blogger Malaysia ini sebagai momentum perubahan bangsa kita.

2 komentar

  1. Salam kangen pak…
    Rasanya memang pingin garuk-garuk terus kepala ini (bukan ketombean lho..)bila ada orang lain (baca : bangsa lain) ngelek – elek PANCASILA sebagai dasar negara…
    Tapi kalau kita lihat kehidupan yang ada sekarang ini mestinya kita mawas diri, PANCASILA yang memiliki nilai – nilai kehidupan yang tinggi sekarang ini hanya sekedar dibaca saat upacara bendera saja….
    Saya jadi ingat lagunya mas Iwan Fals ….Garuda bukan burung perkutut…Sang saka bukan sandang pembalut..Dan coba dengarkan, PANCASILA itu bukanlah rumus kode buntut, yang hanya berisi harapan, yang hanya berisikan khayalan…..
    Nah, harusnya mulai sekarang kita harus “ngoco githoke dewe” sudahkah kita mengamalkan nilai – nilai yang terkandung dalam PANCASILA, bukan hanya sekedar menirukan bacaan saat kita mengikuti upacara bendera????? Wallahua’lam.


  2. malaysia sialan FUCK!!!



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: