h1

KLIPING KORAN

Desember 2, 2007

Internet di SD Memang Sudah Zamannya

Ester Lince N

Jangan heran jika melihat anak-anak sekolah dasar di Singapura tidak canggung memanfaatkan komputer atau laptop, telepon seluler, internet, whiteboard interaktif, hingga peralatan canggih laboratorium. Maklum, dalam pembelajaran sehari-hari mereka sudah memanfaatkan secara optimal teknologi informasi dan komunikasi. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan untuk memperumit pembelajaran. Justru pelajaran-pelajaran yang sulit atau susah menjadi mudah, menarik, dan menyenangkan bagi siswa.

Melalui pemanfaatan TIK, misalnya, disajikan game, suara, dan animasi sehingga siswa mudah mengerti materi pelajaran.

Perkembangan TIK yang diyakini akan mentransformasi proses belajar dan mengajar di sekolah masa depan inilah yang mewarnai pelaksanaan International Conference on Educational and Technology (ICET) 2007 di Singapura, 21-22 November lalu.

Chang Hwee Nee, Wakil Sekretaris Bidang Kebijakan, Kementerian Pendidikan Singapura, mengatakan, dalam kaitannya dengan pendidikan, perkembangan TIK seharusnya mampu mendorong guru untuk memanfaatkan TIK. Bukan cuma game, tetapi blog yang dijuluki sebagai buku tulis harian online, mailing list, juga dimanfaatkan optimal sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif.

“Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi akan mengubah proses belajar dan mengajar di sekolah ke arah pendidikan yang mendorong inovasi dan eksperimen. Hal ini memerlukan komitmen kuat dari guru untuk memanfaatkan teknologi, baik hardware, software, maupun e-learning untuk membuat belajar jadi mudah bagi siswa,” kata Chang Hwee Nee dalam pembukaan ICET Ke-4 yang diikuti sekitar 1.200 peserta dan 40 perusahaan TIK untuk pendidikan.

Chang mengatakan, Pemerintah Singapura mendorong penggunaan TIK secara nasional.

Rencana induk pemanfaatan TIK untuk pendidikan pertama yang dibuat tahun 1997 yang menekankan pada ketersediaan infrastruktur TIK telah diubah. Rencana induk kedua mulai tahun 2002 diarahkan guna memaksimalkan teknologi di era digital untuk membuat Singapura menjadi bangsa cerdas yang disebut Intelligent Nation by 2015 (IN2015).

Sekolah masa depan

Berdasarkan survei Badan Pengembangan Informasi dan Komunikasi Singapura (Infocomm Development Authority/IDA of Singapore) tahun lalu, 78 persen keluarga di negara ini memiliki minimal satu komputer, umumnya mereka yang memiliki anak usia sekolah. Penggunaan internet untuk aktivitas pendidikan dan belajar juga cukup tinggi.

Kemudahan mengakses internet di ruang publik cukup didukung. Agustus 2007 ini tercatat 5.600 hotspot yang melayani 520.000 pelanggan internet di Singapura.

Ronnie Tay, Kepala Badan Pengembangan Informasi dan Komunikasi Singapura, mengatakan, pemanfaatan TIK dalam pendidikan membuat siswa belajar secara mandiri. Mereka selama ini terbiasa mengekspresikan diri dengan menggunakan blog, foto, maupun video di situs web yang menyediakan layanan ini. Akhirnya, peran guru pun lebih banyak sebagai fasilitator yang mendorong siswa terus kreatif dengan memanfaatkan media digital yang interaktif.

Pemerintah Singapura juga sudah membentuk model sekolah masa depan atau future school salah satunya adalah Classroom of The Future di National Institute Education.

“Mengenalkan anak-anak dengan lingkungan digital yang baru berkembang berarti kita menyiapkan mereka masuk ke dunia masa depan dan berkontribusi di dunia yang akan semakin bergantung pada teknologi,” kata Ronnie Tay.

“Software” Indonesia

Di tengah canggihnya kemajuan TIK di bidang pendidikan di Singapura dan negara-negara lain, ternyata Indonesia juga tetap mampu berkontribusi untuk mentransformasi pendidikan di dalam kelas.

Perusahaan software pendidikan Indonesia yang mampu bersaing dengan perusahaan TIK bidang pendidikan dari negara-negara lain tersebut adalah PT Pesona Edukasi atau orang asing mengenalnya sebagai AmazingEdu. Perusahaan ini mampu menciptakan software pendidikan fisika dan matematika dengan kekuatan animasi.

Sayangnya, penghargaan negara lain terhadap software Amazing Physics dan Amazing Mathematics produksi Indonesia ini belum mendapat perhatian yang luas dari dalam negeri, termasuk pemerintah. “Kami berjuang sendiri mengembangkan software yang memudahkan guru mengajarkan Fisika dan Matematika yang rumit di kelas karena concern kami kepada pendidikan,” kata Hary Sudiyono Candra, Direktur PT Pesona Edukasi.

Perusahaan ini sudah berkecimpung dalam pengembangan software pendidikan sejak tahun 1986. Sejumlah penghargaan internasional juga diraih. Dengan sajian animasi yang menarik dan pembelajaran interaktif, software ini sudah dipakai di 22 negara dan 1.500 sekolah di Indonesia.

“Tantangan dari pemanfaatan TIK di pendidikan ini justru bagaimana membuat materi pelajaran di sekolah yang susah dan tidak disenangi siswa menjadi menarik. Departemen Pendidikan seharusnya menekankan pemanfaatan TIK di Indonesia itu ke arah content sehingga siswa Indonesia menemukan kegembiraan dalam belajar,” kata Hary.

Penggunaan ICT untuk pendidikan, kata Hary, bukanlah memindahkan teks buku ke internet atau media lain. Justru yang harus dilakukan bagaimana membuat materi pelajaran itu sangat mudah dicerna. Ini bisa mudah dikembangkan dengan menggunakan animasi yang benar-benar bisa disenangi dan dipahami siswa.

Perangkat lunak ini, misalnya, bisa menjelaskan gaya gravitasi dengan sajian animasi helikopter yang hendak terbang dan suara desing baling-baling.

Peranti lunak fisika dan matematika ini dipakai secara berlangganan untuk sekolah-sekolah dalam kurun waktu tertentu. Douglas Osheroff, peraih Nobel Fisika tahun 1996 dari Amerika Serikat, menyatakan kekagumannya dengan isi software fisika yang dilihatnya. Software ini dibeli Osheroff saat berkunjung ke Indonesia tahun 2005 dan memakainya di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Jadi sayang kalau semua fasilitas dan potensi yang ada tidakdimanfaatkan optimal. Kini, memang sudah zamannya siswa SD akrab dengan internet dan TIK. (SUMBER: Kompas 3/12/07)

2 komentar

  1. minta tolong kirimkan kliping tentang TIK di sertai dengan gambar-gambar. Terima kasih


  2. gimana ya kliping TIK itu



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: