h1

Penerapan 17 Hukum Kerjasama Dalam Pengelolaan Sekolah I

Desember 1, 2007

Kita tahu bahwa permasalahan pendidikan baik di tingkat makro dan di tingkat mikro perlu mendapatkan penanganan yang serius. Adalah tanggungjawab setiap orang untuk memperbaiki praktik pendidikan kita. Kini saatnya semua berperan melakukan gerakan perubahan secara sinergi mulai dari tingkat sekolah sampai tingkat di atasnya. Bagaimana kerjasama yang sinergis itu dapat dilakukan? Barangkali 17 hukum kerjasama ini dapat dijadikan referensi untuk dipraktikkan dalam pengelolaan pendidikan di sekolah.
1. HUKUM NILAI KERJASAMA
Satu adalah Jumlah yang Terlalu Sedikit untuk Mencapai Kebesaran
Jika memungkinkan untuk melibatkan orang lain maka mengerjakan sendiri suatu tugas atau pekerjaan adalah kerugian yang besar. Memang adakalanya perlu dibentuk tim-tim kecil untuk sebuah tugas tertentu tetapi sebaiknya tim-tim itu dalam melaksanakan tugasnya memberikan peluang kepada anggota di luar tim untuk memberikan sumbang saran dan masukannya terhadap tugas tim itu.

2. HUKUM GAMBARAN BESARNYA
Sasarannya adalah Lebih Penting daripada Perannya
Sering seseorang lebih mementingkan perannya dibanding sasarannya, sehingga terjadi di suatu sekolah seorang wakil kepala sekolah bidang kesiswaan hanya karena tidak menjadi ketua panitia karya wisata lantas mengancam akan mengundurkan diri. Hal seperti ini berarti lebih mementingkan peran dibanding sasarannya. Bukankah yang lebih penting bagaimana karya wisata itu sukses? Apalagi sebagai seorang wakil kepala bidang kesiswaan toh dia masih bisa memberikan masukan kepada panitia untuk kelancaran kegiatan. Di lembaga yang anggota-anggotanya lebih mementingkan peran dari pada sasaran cenderung akan terjadi perebutan peran tetapi tidak melaksanakan pelerjaan dan tugas secara maksimal. Bahkan dalam kondisi yang parah mereka akan berupaya untuk mendapatkan peran dengan cara apapun, yang penting dapat peran bukan bagaimana kontribusinya pada pencapaian sasaran.

3. HUKUM POSISI YANG TEPAT
Semua Pemain Memiliki Tempat Di Mana Mereka Paling Memberikan Nilai Tambah
Ibarat sepeda motor, dalam sebuah organisasi termasuk sekolah semua orang berperan. Tidak ada satupun yang tidak bermanfaat. Jika setiap orang dengan peran masing-masing dan kedudukan masing-masing berupaya untuk memberikan nilai tambah dalam posisinya maka organisasi yang demikian akan bertabur bintang. Bukankah sebenarnya tidak ada sekolah /organisasi yang berprestasi? yang ada adalah orang-orang yang berprestasi. Akibat prestasi dari setiap anggota organisasi itu maka organisasi itu menjadi organisasi berprestasi. Maka yang perlu di dorong adalah bagaimana setiap orang bisa berprestasi dalam posisinya masing-masing.(Bersambung)

Tulisan ini diadopsi dan diadaptasi dari tulisan yang berjudul : 17 Hukum Kerjasama

One comment

  1. mana dan kapan sambungannya? okey banget tuh



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: